Halo Sobat tani, Facebooker dan Youtuber dimanapun berada…..
Banyak orang bisa memotret lewat handphone dan kamera, sedikit orang bisa memotret secara aesthetic dan bagus untuk dilihat. Namun, banyak orang yang tidak mengerti bagaimana caranya memotret agar maksud dari foto produk pertanian yang kita potret dapat tersampaikan pada customer. Apalagi, memotret foto produk pertanian dan menghasilkan foto yang baik dengan hanya menggunakan handphone terdengar sulit bagi sebagian orang.
Lalu muncul pertanyaan, apakah bisa memotret foto produk dengan baik hanya dengan kamera handphone?
Jawabannya adalah ‘bisa!’ BOC kali  ini akan mengulas bagaimana caranya memotret secara baik dengan menggunakan handphone agar foto produk pertanian yang dihasilkan dapat menggambarkan produk yang kamu jual menjadi lebih menarik dan banyak dilirik costumer.

Pelatihan ini memberikan tutorial tentang cara membuat brosur kekinian hanya dengan menggunakan aplikasi sederhana. Powerpoint! Powerpoint merupakan aplikasi standar yang merupakan aplikasi bawaan dari Microsoft. Aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk mendesain brosur untuk mempromosikan produk, jasa maupun teknologi semenarik mungkin.

Peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan yang disebut sebagai kostratani merupakan simpul gerakan yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan pertanian melalui koordinasi, sinergi, dan penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian di kecamatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 03 tahun 2019, BPP merupakan lembaga penyuluhan pemerintah yang mempunyai tugas, fungsi dan peran dalam : (a) menyusun programa Penyuluhan Pertanian kecamatan sejalan dengan programa Penyuluhan Pertanian kabupaten/kota; (b) melaksanakan Penyuluhan Pertanian berdasarkan programa Penyuluhan Pertanian; (c) menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan, dan pasar; (d) mengembangkan kelembagaan dan kemitraan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha; (e) meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian Pemerintah, Swadaya, dan Swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan; (f) melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan, pengembangan model usahatani bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha; (g) menumbuhkembangkan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian swadaya di desa/kelurahan (Posluhdes); dan (h) mengembangkan Metode Penyuluhan Pertanian sesuai dengan kebutuhan, kondisi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha.